Pencegahan Hepatitis
8, Des 2023
10 Pencegahan Hepatitis yang Perlu Dimulai dari Sekarang

Hepatitis adalah penyakit dengan jumlah masalah yang memadai tinggi di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Penyakit peradangan hati ini biasanya disebabkan oleh virus sehingga mampu menular kepada orang lain. Oleh dikarenakan itu, Anda harus paham langkah pas untuk mencegah hepatitis.

Cara mencegah penularan hepatitis

Terdapat lima tipe penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Selain itu, ada hepatitis nonvirus yang tentang dengan dampak obat-obatan, alkohol, atau penyakit autoimun.  Sama layaknya penyakit menular lainnya, hepatitis mampu berkembang menjadi wabah di beberapa tempat. Sekitar akhir April 2022, WHO melaporkan masalah hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya terjadi di 20 negara.

Pada 9 Mei 2022, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyebutkan sudah ada 15 kasus hepatitis misterius terhadap anak yang ditemukan di Indonesia. Kabar baiknya, Anda mampu laksanakan beraneka langkah sebagai antisipasi terhadap penularan penyakit hepatitis, begitu pun hepatitis akut misterius. Upaya pencegahan sekecil apa pun tentu saja mampu memutus penyebaran hepatitis dan menjauhi wabah penyakit baru.

1. Vaksin hepatitis

Salah satu langkah mencegah penularan hepatitis adalah meraih vaksin hepatitis. Meski begitu, sejauh ini baru ada vaksin untuk dua tipe virus hepatitis, yaitu hepatitis A dan hepatitis B.  Vaksin adalah langkah pencegahan yang paling efektif untuk menekan jumlah masalah hepatitis. Pasalnya, ketika vaksin hepatitis diberikan terhadap orang yang berisiko terinfeksi, tubuh bakal dirangsang untuk sebabkan antibodi.  Antibodi ini nantinya berperan dalam melawan virus hepatitis seumpama sewaktu-waktu masuk ke dalam tubuh.  Normalnya, baik vaksin hepatitis A maupun vaksin hepatitis B didapatkan ketika Anda masih bayi. Namun, orang dewasa atau remaja termasuk mampu laksanakan vaksinasi dengan dosis yang disesuaikan.

Bila Anda sedang hamil, diskusikan dahulu dengan dokter. Pasalnya, vaksinasi dikhawatirkan mampu berdampak terhadap kesehatan janin yang dikandung. Hal ini termasuk berlaku ketika Anda punya penyakit atau suasana kesehatan tertentu.

Baca juga:

Apakah Varises Berbahaya? Berikut Penjelasannya

8 Kiat Melindungi Diri dari Udara Tak Sehat

2. Rutin membersihkan tangan

Selain vaksin, Anda termasuk mampu menerapkan pola hidup bersih sehat. Menjaga kebersihan adalah kunci utama dari langkah mencegah hepatitis, khususnya tipe hepatitis yang belum punya vaksin, seperti hepatitis C, D, E, dan hepatitis misterius .

Salah satu pencegahan hepatitis yang harus diterapkan adalah membersihkan tangan. Cobalah untuk membiasakan diri membersihkan tangan saat:

  • sebelum dan sesudah makan,
  • setelah dari kamar mandi, dan
  • sebelum dan sesudah memproses bahan makanan.

Rutin membersihkan tangan mampu menjadi langkah pencegahan hepatitis, khususnya hepatitis A dan hepatitis E. Pasalnya, kedua tipe virus ini mampu menular dari feses ke makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Itu sebabnya, membersihkan tangan dengan sabun setidaknya mampu mengurangi sampai menghalau virus yang melekat di tangan.

3. Pakai kondom pas terkait seks

Tahukah Anda bahwa berhubungan seks dengan penderita hepatitis, khususnya hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis D, berisiko terkena penyakit yang sama?  Hepatitis B, misalnya, mampu ditularkan lewat kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi, layaknya air mani dan cairan vagina.  Bila Anda terkait seks dengan pasangan yang terpapar hepatitis, risiko terkena hepatitis pun tambah besar, khususnya pas tidak manfaatkan alat kontrasepsi.  Itu sebabnya, mutlak untuk paham riwayat penyakit pasangan sebagai langkah mencegah hepatitis.

Bila pasangan atau keluarga dari pasangan punya riwayat hepatitis, sebaiknya laksanakan hubungan seksual, baik anal maupun oral, dengan kondom.

4. Hindari sharing jarum suntik

Jarum atau alat kesehatan lain yang tidak steril mampu menjadi sarana penyebaran virus hepatitis.  Anda harus waspada, khususnya ketika bekerja sebagai petugas kesehatan yang berkontak langsung dengan penderita hepatitis.  Selain itu, pemakaian jarum sembarangan, layaknya jarum pada pembuatan tato atau pemakaian obat terlarang, termasuk mampu menjadi media penularan virus.

Oleh dikarenakan itu, upaya atau langkah mencegah hepatitis akut selanjutnya adalah menjauhi pemakaian jarum suntik.  Anda tidak bakal dulu paham bagaimana suasana kesehatan orang yang manfaatkan jarum sebelum akan Anda, apakah terpapar penyakit menular atau tidak.

5. Tidak manfaatkan alat kebersihan diri dengan orang lain

Berbagi dengan orang lain sesungguhnya bukan hal yang buruk. Namun, Anda tetap harus paham kapan untuk sharing suatu barang dengan orang lain.  Sebagai contoh, sharing sikat gigi, alat cukur, gunting kuku, dan alat teristimewa lainnya mampu meningkatkan risiko hepatitis, khususnya hepatitis C. Terkadang pasien hepatitis tidak menunjukkan gejala hepatitis.

Bila darah orang tersebut melekat di tidak benar satu alat kebersihan Anda, bisa saja virus mampu masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, Anda berisiko terjangkit hepatitis.  Itu sebabnya, usahakan untuk pilih barang mana yang mampu dipakai dengan dan mana yang sesungguhnya harus digunakan sendirian sebagai langkah pencegahan hepatitis.

6. Perhatikan kebersihan makanan dan minuman

Makanan dan minuman yang terkontaminasi virus mampu menjadi rute penularan hepatitis. Salah satu tipe virus hepatitis yang sering ditularkan lewat makanan dan minuman adalah hepatitis A dan hepatitis E.  Kementerian Kesehatan termasuk menduga bahwa hepatitis akut misterius yang terjadi terhadap anak-anak disebabkan oleh virus yang menyerang saluran cerna. Artinya, penularan mampu berasal dari makanan yang terkontaminasi.

Beberapa makanan mentah, layaknya kerang, cenderung berisiko menjadi medium berkembangnya virus penyebab hepatitis.  Maka dari itu, usahakan untuk konsumsi makanan dan minuman yang matang, bersih, dan diolah dengan higienis.  Bila Anda makan di luar, pilihlah makanan yang dijamin matang. Sementara itu, ketika sedang laksanakan perjalanan ke luar kota dan sanitasi di lingkungan lebih kurang tidak bersih, sebaiknya minum air mineral kemasan.

Cara lain mencegah hepatitis yang menular lewat makanan adalah meyakinkan Anda tidak sharing alat makan dengan orang lain. Pastikan termasuk melindungi kebersihan alat makan yang Anda gunakan.

7. Menjaga kesehatan liver

Cara mencegah penularan hepatitis termasuk harus dibarengi dengan melindungi kesehatan hati.  Pasalnya, hepatitis nonvirus, layaknya hepatitis alkoholik, mampu terjadi akibat konsumsi alkohol yang berlebihan, sehingga mengakibatkan kerusakan hati dan sebabkan hepatitis.

Ada sejumlah langkah yang mampu Anda laksanakan untuk melindungi kesehatan liver sebagai upaya pencegahan hepatitis, pada lain:

  • berhenti minum minuman beralkohol,
  • berhenti merokok untuk mengurangi risiko hepatitis C,
  • hindari konsumsi suplemen zat besi dan vitamin A berlebihan,
  • berhati-hati pas manfaatkan suplemen herbal, layaknya kava kava, dan
  • menjaga berat badan ideal.

Cara pencegahan hepatitis tersebut termasuk mampu menunjang kesehatan tubuh secara umum untuk melawan infeksi virus hepatitis.

8. Mencegah penularan hepatitis lewat transfusi darah

Penerima donor darah atau transplantasi organ termasuk berisiko mengalami hepatitis, khususnya hepatitis B dan hepatitis C.  Cara penularan ini sudah memadai jarang terjadi dikarenakan sebelum akan seseorang mendonorkan darah, mereka harus meniti kontrol dahulu.

Pemeriksaan tersebut punya tujuan untuk lihat apakah pendonor punya penyakit yang mampu menular lewat darah, layaknya hepatitis dan HIV.  Prosedur tersebut di bawah pengawasan PMI yang dijamin UU No. 36/2009 mengenai Kesehatan. Pemerintah bertanggung jawab terhadap pelaksanaan service donor darah yang aman, gampang diakses, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

9. Kenali riwayat kesehatan keluarga sendiri

Dengan melacak paham riwayat kesehatan keluarga sendiri tentang hepatitis, Anda mampu lebih waspada dan menerapkan langkah mencegah hepatitis lebih efektif.  Hal ini termasuk punya tujuan untuk lebih waspada terhadap penularan hepatitis yang bisa saja terjadi.  Bila tidak benar satu bagian keluarga dulu atau sedang terinfeksi hepatitis, sebaiknya laksanakan kontrol berkala sehingga meraih jawaban yang pasti.

Jika Anda menginginkan paham apa saja tes yang dijalankan untuk mendiagnosis hepatitis khususnya hepatitis misterius, silahkan hubungi dokter untuk meraih solusi yang tepat.

10. Hindari berenang sebagai pencegahan hepatitis misterius

Hingga pas ini, WHO dan Kemenkes masih mobilisasi investigasi mengenai penyebab hepatitis aku yang dialami oleh anak-anak. Membatasi mobilitas mampu menjadi langkah pas menjauhi penularan penyakit yang belum diketahui secara tentu penyebabnya,

Anda dan keluarga sebaiknya menghalangi aktivitas di tempat-tempat umum dan daerah rekreasi, layaknya pusat perbelanjaan, taman bermain, dan kolam renang. Jika Anda menginginkan menekan risiko penularan infeksi, pilih pas yang pas untuk berkunjung, seumpama berenang pas tidak banyak pengunjung atau berenang di daerah kolam yang sepi.  Selama di daerah umum, pastikan melindungi jarak dan manfaatkan masker pas berinteraksi dengan orang lain. Bersihkan tubuh sesudah berenang Mengenakan alat mandi sendiri.  Untuk pencegahan hepatitis yang lebih efektif, tunda dulu rancangan liburan dengan si kecil di kolam renang atau daerah wisata lainnya.

Rekomendasi

  • Anda harus lebih tanggap dan waspada di sedang munculnya masalah hepatitis misterius yang menyerang anak-anak.
  • Jika anak mengalami gejala kuning terhadap badan dan daerah mata, disertai mual, diare, dan demam, langsung bawa ke sarana kesehatan terdekat.
  • Hindari membiarkan gejala jadi tambah gawat dan terlambat meraih penanganan medis.
error: Content is protected !!