25, Mei 2024
Penyakit Hepatitis A Sampai Hepatitis E, Berikut Perbedaan Jenisnya

Penyakit hepatitis terdiri dari sebagian ragam, mulai dari hepatitis A sampai hepatitis E. Ragam hepatitis lazimnya mempunyai penyebab dan metode pengobatan yang berbeda dan hal itu bisa dikenal melalui pemeriksaan hepatitis.

Apa saja perbedaan ragam hepatitis A sampai hepatitis E? Yuk, simak isu lengkap seputar penyakit hepatitis di artikel berikut ini.

Apa itu hepatitis?
Penyakit hepatitis merupakan keadaan peradangan pada situs slot gacor hati atau organ liver. Penyebab hepatitis paling lazim terjadi sebab infeksi virus. Tetapi, hepatitis juga bisa terjadi imbas penyakit autoimun, imbas obat-obatan, atau konsumsi alkohol.

Penyakit hepatitis termasuk mudah menular dan berisiko tinggi pada orang dengan keadaan berikut:

1. Petugas medis yang tak jarang bersinggungan dengan cairan dan darah pasien;
2. Pekerja pengolahan air dan limbah;
3. Orang yang tak jarang gonta-ganti pasangan seksual;
4. Pengguna narkoba melalui jarum suntik yang tak steril;
5. Pasien HIV;
6. Penderita hemofilia yang mendapatkan transfusi darah.

Petunjuk dan gejala hepatitis
Penderita hepatitis A, B, dan C lazimnya tak merasakan gejala apa pun. Tetapi, ada sebagian pedoman dan gejala hepatitis lazim yang bisa terjadi, di antaranya:

– Kehilangan nafsu makan;
– Mual;
– Muntah;
– Demam;
– Badan terasa lemas;
– Kelelahan;
– Sakit perut.

Kalau infeksi hepatitis masuk ke tahap lanjut, warna mata sampai kulit penderita akan terlihat menguning. Itulah kenapa penyakit hepatitis tak jarang disebut juga penyakit kuning (jaundice).

Apa saja ragam hepatitis?
Ragam hepatitis yang paling lazim terjadi merupakan hepatitis A, B, dan hepatitis C. Kecuali itu, ada pula penyakit hepatitis D dan hepatitis E.

Berikut 5 ragam penyakit hepatitis beserta metode pengobatannya:

1. Hepatitis A
Hepatitis A lazimnya disebabkan oleh infeksi virus hepatitis yang mengganggu fungsi kerja hati yang bisa menular melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi virus.

Meskipun begitu, hepatitis A termasuk ragam penyakit hepatitis yang lazimnya bisa sembuh dengan sendirinya. Penderita hepatitis A sebaiknya beristirahat total (bed rest) dan memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

2. Hepatitis B
Hepatitis B atau peradangan hati ragam B ini bisa menular melalui air mani ketika terkait seksual ataupun cairan darah imbas berbagi jarum suntik dengan penderita hepatitis. Kecuali itu, penularan virus hepatitis B juga bisa terjadi dari ibu ke bayi baru lahir.

Hepatitis B termasuk ragam hepatitis paling berbahaya sebab tak hanya menyebabkan infeksi akut, hepatitis B juga mudah menular dan berisiko menimbulkan komplikasi yang berkembang menjadi penyakit kanker hati. Hal ini membikin penderita hepatitis B kronis perlu mengonsumsi obat antivirus secara rutin.

3. Hepatitis C
Penyebab dan penularan hepatitis C lazimnya terjadi sebab transfusi darah atau penerapan jarum suntik bersamaan dengan penderita hepatitis. Gejala hepatitis C lazimnya tak menimbulkan gejala permulaan namun infeksi yang berlangsung lama bisa berpotensi menyebabkan sirosis atau kerusakan hati.

Pada kasus hepatitis C akut lazimnya masih bisa sembuh dengan sendirinya, namun penderita hepatitis C kronis perlu mengonsumsi obat antivirus atau pun menjalani transplantasi hati.

4. Hepatitis D
Hepatitis D merupakan ragam hepatitis yang bisa terjadi pada penderita hepatitis B dan hepatitis ragam ini bisa dicegah dengan pemberian vaksin hepatitis B. Infeksi ganda hepatitis B dan D secara bersamaan bisa memperparah kerusakan hati.

Cara mengobati infeksi hepatitis D bisa dikerjakan dengan mengonsumsi obat antivirus dan transplantasi hati. Kalau tak diobati dengan bagus, hepatitis D berisiko menyebabkan komplikasi sirosis, kanker hati, dan gagal hati.

5. Hepatitis E
Hepatitis E bisa menular melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi virus dan masuk ke dalam saluran pencernaan yang berdampak pada peradangan organ hati. Risiko penularan virus hepatitis E juga tinggi bagi mereka yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang buruk dan kurangnya ketersediaan air bersih.

Pada penderita hepatitis E lazimnya akan sembuh dengan sendirinya dalam bentang waktu pendek seandainya dibantu dengan penerapan pola hidup sehat, termasuk istirahat yang cukup, memperbanyak minum air putih, dan mengonsumsi makanan bergizi. Meskipun, infeksi hepatitis E kronis lazimnya diobati dengan obat antivirus.

Untuk mengenal ragam penyakit hepatitis yang dialami, penderita perlu mengerjakan pemeriksaan hepatitis, seperti percobaan antibodi IgM anti-HAV, percobaan HBsAg, dan percobaan HCV. Kecuali itu, diagnosis penyakit liver juga bisa dikerjakan dengan pemeriksaan pensupport lain, seperti USG perut dan biopsi hati.

Isu baiknya, ragam hepatitis A dan hepatitis B bisa dicegah dengan pemberian vaksin hepatitis. Hal itu juga bisa menolong mencegah risiko kerusakan hati yang lebih parah supaya tak berkembang menjadi hepatitis kronis.

error: Content is protected !!