antisosial
3, Apr 2024
Antisosial Adalah Salah Satu Gangguan Kepribadian, Ini Penyebab dan Gejalanya

Gangguan kepribadian antisosial adalah kondisi mental yang kerap disebut sebagai sosiopati atau antisocial personality disorder (ASPD) dalam bhs Inggris. Orang yang mengalami problem ini punyai kesusahan di dalam mengerti dan hiraukan pada norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat. Mereka condong memperlihatkan perilaku yang tidak sopan, manipulatif, dan tidak cukup mencermati konsekuensi berasal dari tindakan mereka.

Individu dengan gangguan kepribadian antisosial adalah umumnya tidak cukup memiliki  empati dan rasa tanggung jawab pada pengaruh negatif berasal dari perilaku mereka pada orang lain. Mereka seringkali tidak mulai bersalah atau menyesal atas tindakan-tindakan yang merugikan orang lain, lebih-lebih bisa mulai bahagia atau bahagia dengan tindakan tersebut.

Individu dengan ASPD terhitung condong punyai pola jalinan yang tidak stabil dan tidak sehat. Mereka sukar untuk menjalin jalinan yang intim dan artinya dengan orang lain sebab kurangnya kemampuan untuk membentuk ikatan emosional yang sehat dan mempertahankan koneksi yang berkelanjutan. Berikut ulasan lebih lanjut tentang antisosial adalah keliru satu problem kepribadian yang kita rangkum berasal dari beraneka sumber.

Mengenal Gangguan Kepribadian Antisosial

Gangguan kepribadian antisosial (Antisocial Personality Disorder/ASPD) merupakan suatu kelainan psikologis yang ditandai oleh ketidakmampuan individu untuk mengerti dan menginternalisasi norma-norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Individu dengan ASPD condong melupakan konsep benar dan keliru di dalam bertindak, dan juga tidak cukup hiraukan pada perasaan orang lain.

Salah satu ciri utama berasal dari problem kepribadian antisosial adalah kecenderungan untuk mencari persoalan atau bertindak dengan sengaja yang bisa mengakibatkan orang lain marah atau murka. Mereka seringkali melanggar batasan sosial dan hukum, tanpa mulai bersalah atau menyesal atas tindakan mereka. Hal ini bisa terhitung lakukan tindakan manipulatif, bersikap kasar, atau lebih-lebih menggunakan kekerasan pada orang lain.

Pengidap ASPD terhitung condong tidak mencermati atau melupakan kewajiban-kewajiban mereka pada keluarga, sekolah, atau pekerjaan. Mereka seringkali sukar untuk memelihara jalinan yang stabil dan terus-menerus sebab kurangnya empati dan perhatian pada kebutuhan emosional orang lain.

Selain itu, individu dengan problem kepribadian antisosial terhitung kerap terlibat di dalam perilaku berisiko dan merugikan diri sendiri, seperti menyalahgunakan obat-obatan terlarang atau minuman keras. Mereka bisa punyai pola hidup yang tidak teratur, impulsif, dan condong melupakan konsekuensi berasal dari tindakan-tindakan mereka.

Gangguan kepribadian antisosial bukanlah suatu hal yang bisa diakui enteng. Hal ini membutuhkan pendekatan medis dan psikologis yang komprehensif untuk diagnosis, pengobatan, dan manajemen yang efektif. Terapi perilaku kognitif dan terapi group kerap digunakan untuk menunjang individu mengelola gejala-gejala problem ini, meskipun prognosisnya bisa banyak ragam bergantung pada tingkat keparahan dan respons individu pada perawatan yang diberikan.

Baca juga:

Kandungan Delima dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Mengapa Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut, Rentan pada Anak?

Penyebab Gangguan Kepribadian Antisosial

Gangguan kepribadian antisosial adalah kondisi kompleks yang terbujuk oleh beraneka faktor. Meskipun tidak tersedia satu penyebab tunggal yang bisa diidentifikasi, terdapat beberapa aspek yang bisa menaikkan risiko seseorang mengalami problem kepribadian antisosial, berikut diantaranya.

1. Faktor Biologis

Gangguan pada level serotonin, yaitu zat kimia di otak yang berperan di dalam mengatur kondisi hati dan emosi, bisa mempengaruhi pertumbuhan ASPD. Ketidakseimbangan kimia otak ini bisa mempengaruhi kemampuan individu untuk mengendalikan dorongan dan emosi, yang merupakan ciri berasal dari problem ini.

2. Faktor Genetik

Walaupun belum tersedia aspek genetik tunggal yang terbukti mengakibatkan ASPD, faktor-faktor genetik spesifik bisa menaikkan risiko seseorang untuk mengalami problem ini. Misalnya, ada riwayat keluarga dengan problem kepribadian antisosial atau problem kebugaran mental lainnya bisa menjadi aspek risiko.

3. Gaya Hidup

Penggunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras bisa memainkan peran di dalam pertumbuhan ASPD. Pengidap problem ini seringkali terlibat di dalam penyalahgunaan zat-zat tersebut, yang bisa memperburuk gejala dan perilaku antisosial mereka.

4. Lingkungan

Pengalaman traumatik atau kekerasan di dalam masa kanak-kanak bisa menaikkan risiko seseorang mengalami problem kepribadian antisosial di lantas hari. Misalnya, anak yang mengalami penelantaran atau kekerasan di dalam keluarga atau lingkungan sosialnya.

5. Jenis Kelamin

Meskipun problem ini bisa berjalan pada siapa saja, anak laki-laki punyai risiko yang sedikit lebih tinggi untuk mengalami ASPD dibandingkan dengan anak perempuan.

6. Riwayat Keluarga

Adanya anggota keluarga dengan problem kepribadian antisosial atau problem kebugaran mental lainnya terhitung bisa menaikkan risiko seseorang mengembangkan problem ini.

Gejala Gangguan Kepribadian Antisosial

Gejala berasal dari problem kepribadian antisosial bisa banyak ragam berasal dari individu ke individu, tetapi tersedia beberapa ciri lazim yang kerap nampak pada mereka yang mengalami problem ini. Berikut adalah deskripsi gejala dan karakteristik seseorang dengan ASPD.

1. Tidak Bertanggung Jawab

Individu dengan ASPD condong tidak bisa dipercaya dan tidak terus-menerus di dalam menjalankan kewajiban atau tanggung jawab mereka baik di rumah, di daerah kerja, atau di dalam jalinan pribadi.

2. Mengabaikan Hukum dan Peraturan

Mereka seringkali melanggar hukum dan tidak menghiraukan aturan yang berlaku, seperti lakukan tindakan ilegal atau beresiko tanpa mengayalkan konsekuensinya.

3. Impulsif dan Manipulatif

Pengidap ASPD condong bertindak tanpa mengayalkan konsekuensi jangka panjang dan kerap menggunakan manipulasi untuk meraih tujuan mereka.

4. Agresif dan Bermusuhan

Sikap agresif, kasar, dan bermusuhan kerap nampak pada individu dengan problem ini. Mereka terhitung condong mengancam dan mengakibatkan persoalan dengan orang lain.

5. Tidak Peduli dengan Perasaan Orang Lain

Kurangnya empati dan kepedulian pada perasaan orang lain adalah ciri khas berasal dari problem kepribadian antisosial. Mereka tidak hiraukan dengan pengaruh negatif berasal dari tindakan mereka pada orang lain.

6. Menghancurkan Properti Publik

Perilaku vandalisme, seperti mengakibatkan kerusakan properti publik, terhitung kerap berjalan pada individu dengan ASPD.

7. Kecenderungan Melakukan Tindakan Menyimpang

Pengidap ASPD seringkali punyai rutinitas mencuri, berbohong, atau menggunakan orang lain untuk keuntungan khusus mereka sendiri.

8. Kurangnya Penyesalan

Mereka tidak mulai bersalah atau menyesal atas tindakan mereka yang merugikan orang lain. Hal ini seringkali disertai dengan kepuasan atau tidak ada emosi negatif berkaitan perilaku mereka.

Penanganan Gangguan Kepribadian Antisosial

Proses penanganan problem kepribadian antisosial melibatkan beberapa tahap, mulai berasal dari diagnosis hingga pengobatan, berikut di antaranya.

Diagnosis Gangguan Kepribadian Antisosial

1. Pemeriksaan Riwayat Kesehatan dan Status Mental

Dokter atau psikiater dapat lakukan wawancara mendalam untuk beroleh Info tentang riwayat kebugaran fisik dan mental individu, dan juga mengamati pola perilaku yang mencurigakan.

2. Tes Fisik

Tes fisik kemungkinan ditunaikan untuk menyingkirkan kemungkinan ada kondisi medis lain yang bisa mempengaruhi kebugaran mental individu.

3. Pemeriksaan Gejala

Penilaian pada gejala-gejala yang mengarah pada ASPD dilakukan, seperti kecenderungan manipulatif, agresif, impulsif, dan tidak bertanggung jawab.

4. Diagnosis Diferensial

Dokter terhitung dapat memeriksa kemungkinan diagnosis lain yang punyai gejala serupa, seperti problem kepribadian borderline, narsistik, atau problem penyalahgunaan zat.

Pengobatan Gangguan Kepribadian Antisosial

1. Terapi Psikologis Jangka Panjang

Terapi perilaku kognitif (cognitive behavior therapy/CBT) adalah pendekatan terapi yang kerap digunakan untuk mengatasi gejala ASPD. Tujuannya adalah menunjang individu mengenali dan membuat perubahan pola pikir dan juga perilaku negatif yang mendasari problem ini.

2. Pengobatan Medis

Penggunaan obat-obatan bisa menunjang kurangi gejala-gejala yang berkaitan dengan ASPD, seperti depresi, kecemasan, atau tindakan agresif. Namun, mesti dicatat bahwa tidak tersedia obat yang secara spesifik bisa mengobati problem kepribadian antisosial itu sendiri.

3. Pemammmmmmmntauan dan Dukungan Jangka Panjang

Karena ASPD tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, pemantauan dan pertolongan jangka panjang berasal dari tenaga medis dan keluarga sangat penting. Ini terhitung menunjang individu mengelola stres, mengembangkan keterampilan sosial, dan hindari kondisi atau lingkungan yang mengakibatkan perilaku negatif.

Penting untuk diingat bahwa proses penanganan problem kepribadian antisosial membutuhkan kerjasama pada individu yang mengalami gangguan, tenaga medis, dan lingkungan sosialnya. Penderita terhitung dianjurkan untuk tetap terbuka dan jujur ​​tentang kondisinya supaya bisa terima pertolongan yang tepat dan efektif.

Jika tersedia gejala bahaya seperti asumsi bunuh diri, kekerasan, atau perilaku yang merugikan diri sendiri atau orang lain, langsung konsultasikan dengan tenaga medis atau dokter spesialis kebugaran jiwa untuk beroleh pertolongan dan penanganan yang sesuai.

error: Content is protected !!