8, Jun 2024
Gejala Sakit HIV Lewat Situasi Kulit Pada Anda Dan Akan Tertular

Rupanya gejala HIV bisa dikenali melalui kelainan kulit yang terjadi. Apa saja kelainan kulit yang paling umum ditemui?

HIV atau Human Immunodeficiency Virus ialah penyakit yang menyerang metode imun tubuh manusia. Gejala HIV dan maniestasinya bisa berjenis-jenis-jenis, mulai dari infeksi, gangguan pencernaan, sampai gangguan kulit. Penderita HIV bisa menonjolkan berjenis-jenis gangguan kulit yang menonjolkan adanya kondisi penurunan metode imunitas.

Lewat kulit, gejala berjenis-jenis infeksi HIV juga bisa dikenali. Sering kali, gejala-gejala yang tampak pada kulit ialah sebagai pedoman gejala permulaan HIV. Sebagian gangguan kulit berikut ini bisa menjadi pedoman adanya gejala HIV pada seseorang:

Infeksi Oportunistik

Dengan tertekannya metode imun seseorang, karenanya slot depo 10k akan timbul banyak gangguan kulit seperti infeksi jamur. Pasien akan mengeluhkan adanya gatal pada selangkangan, atau pada tempat lipatan.

Kecuali itu, pasien juga bisa mengeluhkan adanya perubahan warna pada kulit menjadi kecoklatan dengan komponen yang lebih gelap pada tepi lesi. Tidak hanya itu, pasien juga bisa mengeluhkan adanya keputihan pada tempat genitalia. Pasien akan mengeluh keluarnya duh tubuh, yang biasanya berupa cairan keputihan dan menyerupai susu kental manis.

Jamur tidak hanya menyebabkan gangguan pada kulit dan kelamin, melainkan juga bisa menyebabkan gangguan pada mukosa seseorang. Pasien bisa mengeluh adanya plak putih pada mulutnya yang menyebabkan keluhan nyeri pada dikala menelan.

Herpes Zoster

Pasien dengan infeksi HIV juga memiliki peningkatan risiko mengalami herpes zoster, ialah infeksi yang disebabkan oleh reaktivasi infeksi Varicella zoster. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya gangguan kulit berupa vesikel yang tersebar secara dermatomal unilateral dan tak jarang disertai dengan nyeri kulit yang berat. Dermatom yang tak jarang terserang dari syaraf Torakal 3 sampai Lumbal 3.

Zoster Oftalmikus terjadi sekiranya nervus trigeminal cabang oftalmikus terlibat. Pada kondisi ini lesi zoster bisa timbul pada wajah, di dalam mulut, di mata atau pada lidah. Pada kondisi seperti ini bisa terjadi kebutaan sekiranya tidak diobati dengan antiviral.

Awitan penyakit ini biasanya dicirikan dengan nyeri dermatomal yang biasanya 48-72 jam mendahului munculnya lesi kulit. Durasi total penyakit ini sekitar 5-7 hari melainkan kembalinya kulit menjadi normal bisa berlangsung 2-4 pekan.

Ramsay Hunt Syndrome ialah sebuah kondisi dimana nyeri dan vesikel timbul di kanalis auditori eksternal dan pasien kehilangan sensasi rasa kecap pada 2/3 anterior lidah serta mengalami parese wajah ipsilateral.

Moluskum Kontagiosum
Pasien dengan HIV juga lebih mudah mengalami infeksi kulit oleh virus. Moluskum kontagiosum ialah gangguan kulit yang ditandai adanya papul pada kulit, yang sekiranya ditekan akan mengeluarkan materi keputihan seperti nasi. Gangguan kulit ini bisa terjadi pada berjenis-jenis tempat tubuh, mulai dari tempat kelamin sampai ekstremitas.

Kondiloma Akuminata
Kondiloma akuminata ialah gangguan kulit berupa kutil pada kelamin. Salah satu unsur risiko dari infeksi HIV ialah kekerabatan seksual yang tidak aman, Karena itu berjenis-jenis penyakit infeksi menular sekual juga bisa ditemukan pada penderita HIV, salah satunya ialah kondilama akuminata. Penyakit kelamin ini bisa menyebabkan keluhan berupa kutil yang bisa menyerupai jengger ayam pada kelamin penderitanya.

arkoma Kaposi (Kaposi’s sarcoma)
Ditambahkan oleh dr. Sara Elise Wijono MRes. Di seluruh dunia, prevalensi terjadinya sarkoma Kaposi, ialah tumor yang disebabkan oleh virus human herpesvirus 8, pada penderita AIDS bisa mencapai 34 persen. Sarkoma Kaposi ialah suatu bentuk keganasan (kanker) yang timbul pada kulit dan membran mukosa.

Gejala Kaposi sarkoma berupa lesi berwarna gelap, kecokelatan, atau keunguan pada kulit. (Lesi ialah istilah kedokteran yang mengacu pada kondisi jaringan yang tak normal pada tubuh imbas cara kerja sebagian penyakit seperti stress berat jasmani, kimiawi, dan elektis, infeksi, masalah metabolisme, dan autoimun) Pada permulaan penyakit, lesi cenderung datar setinggi permukaan kulit.

Tapi, lama-kelamaan cenderung akan meninggi melebihi permukaan kulit. Sarkoma Kaposi bisa berjumlah satu sampai ratusan buah, berukuran sebagian milimeter sampai 10 cm, tersebar jauh, dan berkelompok atau zosteriform.

error: Content is protected !!