25, Feb 2024
Jokowi Mengingatkan Pentingnya Jaga Kesehatan Mental Siswa Siswi Di Depan Para Guru

Presiden Joko Widodo mengingatkan soal kesehatan mental, dan kesehatan fisik para siswa kala berbicara di depan para guru didalam acara Peringatan HUT ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional di Semarang yang disiarkan secara daring terhadap Sabtu .

Kepala negara mengingatkan, masalah kesehatan fisik dan mental para siswa tampaknya telah lama dilupakan. Padahal, kesehatan ke-2 komponen tersebut sama pentingnya bersama dengan prestasi akademis.

“Karena tidak tersedia gunanya berilmu, tidak tersedia gunanya memiliki keterampilan yang tinggi kalau mentalnya tidak sehat, fisiknya tidak sehat, percuma,” ujar Jokowi.

“Hati-hati tentang ini, ini telah lama kami lupakan. Penguasaan pengetahuan yang hebat terhitung dapat jadi percuma kalau anak didik kami tidak sehat jiwanya dan tidak sehat badannya,” ungkapnya.

Presiden menjelaskan, sakit fisik maupun sakit mental merupakan pengali nol berasal dari prestasi akademik. Dia mengungkapkan, sepintar apa pun seorang siswa, kalau sering jatuh sakit dan suasana kesehatan mentalnya tidak baik maka nilai kelanjutannya dapat sama bersama dengan nol.

Oleh karenanya, Presiden mengingatkan pentingnya peran guru didalam mencetak sumber energi manusia (SDM) Indonesia yang unggul. Namun, keunggulan itu mesti sebanding antara prestasi akademik bersama dengan keterampilan serta sifat sosial yang baik.

“Juga sifat kebangsaannya dan unggul pula kesehatan raganya. Harus komplit. Ini tugas berat papa ibu semuanya,” tegas Jokowi.

Selain itu, kata dia, sumber energi manusia (SDM) Indonesia yang unggul pun diawali berasal dari siswa-siswi yang berkarakter baik. Jokowi mengutamakan sikap santun, jujur, budi pekerti yang baik, pikirkan terhadap sesama, kerja keras, dan bisa bergotong royong ini makin lama perlu untuk senantiasa ditanamkan kepada para siswa.

Tak lupa, Presiden mengingatkan bahwa sifat kebangsaan dan toleransi terhitung mesti jadi perhatian.

“Karakter kebangsaan yang kuat, sifat yang Pancasilais, yang moderat, yang toleran, yang memahami tentang Bhineka Tunggal Ika ini terhitung sebuah keharusan,” tambahnya.

error: Content is protected !!