Dampak Negatif Media Sosial bagi Kesehatan Mental
29, Mar 2024
Kata Ahli, Ini 9 Dampak Negatif Media Sosial bagi Kesehatan Mental

Media sosial (medsos) jadi daerah bagi pengguna untuk mengekspresikan diri bersama sharing konten gambar hingga video yang dibuatnya. Dari situ, pengguna lain sangat mungkin untuk berikan reaksi pada konten yang diunggah. Tak sedikit juga orang membuka media sosial untuk mencari informasi, hiburan, maupun berkomunikasi bersama rekan hingga kerabat.

Akan tetapi, media sosial dapat mengakibatkan pengaruh negatif bagi sebagian penggunanya. Terlebih, dapat berdampak pada kesehatan mental terkecuali digunakan secara berlebihan.

Media Sosial Berdampak Negatif bagi Kesehatan Mental

Ahli bedah lazim Amerika Serikat (AS) Vivek Murthy, MD, MBA, merilis laporan perihal media sosial dan kesehatan mental anak muda pada 2023. Menurutnya, ada banyak bukti bahwa media sosial menyebabkan rusaknya mental pada anak muda, dilansir laman Yale Medicine.

Bukti ini didasarkan pada kuantitas sementara yang dihabiskan untuk bermedia sosial, jenis konten yang dikonsumsi, dan juga sejauh mana interaksi online pengaruhi aktivitas penting bagi kesehatan, layaknya tidur dan olahraga.

Laporan selanjutnya perlihatkan bahwa medsos dapat pengaruhi pengguna muda bersama langkah berbeda-beda, terkait kekuatan dan kerentanan mereka sebagai individu. Latar belakang budaya dan juga sosio-ekonomi juga jadi segi bagaimana seseorang terdampak medsos.

Berdasarkan sebuah penelitian pada remaja Amerika berusia 12-15 tahun, orang yang memakai media sosial lebih berasal dari tiga jam tiap tiap harinya berisiko dua kali lipat mengalami kesehatan mental yang buruk, layaknya gejala depresi dan kecemasan.

Meski berisiko beresiko bagi mental, pemakaian medsos yang sehat dapat berfaedah bagi sebagian orang.

Dampak Negatif Media Sosial bagi Kesehatan Mental

Media sosial dapat berpengaruh jelek pada kesehatan mental akibat penggunaannya yang berlebihan. Berikut sejumlah pengaruh negatif medsos bagi kesehatan mental, dikutip berasal dari website HelpGuide.org.

1. Merasa Tidak Percaya Diri

Foto yang dibagikan di media sosial sering menampilkan wajah cantik, tubuh ramping, hingga pakaian indah yang terlihat ideal. Karena itu, sebagian orang jadi tidak suka bersama penampilannya sendiri.

Ia membanding-bandingkan dirinya bersama orang lain. Pada akhirnya, menjadi dirinya kurang supaya rasa tidak yakin diri pun muncul. Padahal, foto hingga video yang diunggah di media sosial tidak selamanya benar. Sebagian atau banyak merupakan hasil manipulasi, entah diberi filter ataupun diedit supaya terlihat lebih bagus.

Baca juga:

Kesehatan Mental : Penyebab dan Cara Menjaganya

Tanda-tanda Serangan Jantung akan Muncul

2. Memunculkan Rasa Iri

Di medsos tak jarang orang mengunggah barang, harta, hingga pencapaian yang mereka raih. Oleh dikarenakan itu, tak sedikit orang menjadi iri bersama apa yang dimiliki orang lain.

Di sisi lain, foto yang dibagikan di medsos memang belum tentu serupa indahnya bersama kenyataan. Yang diunggah condong cuma hal-hal penting dan bagus. Kesulitan yang dialami seseorang jarang sekali diceritakan di medsos.

Meski demikian, rasa iri selamanya dapat terlihat pada sebagian orang atas apa yang dimiliki orang lain. Hal ini dapat mengarah ke kecemburuan sosial yang lebih kronis dan mengakibatkan kerusakan kesehatan mental terkecuali dibiarkan.

3. Menyebabkan Depresi dan Cemas

Orang yang memakai media sosial secara berlebihan berisiko mengalami kesehatan mental yang buruk, layaknya gejala depresi dan kecemasan. Ini sangat mungkin dikarenakan apa yang seseorang mengkonsumsi berasal dari medsos, layaknya komentar negatif, kalimat kasar, rumor berbahaya, hingga konten ekstrem, dapat membuatnya cemas, takut, dan berujung depresi.

4. Menyebabkan Kecanduan

Kecanduan media sosial dapat berlangsung kala seseorang yang menjadi suntuk membuka media sosial sebagai obatnya. Dari situ, rasa nyaman dan juga suka timbul sementara membuka medsos bersama konten-konten yang ada.

Dengan begitu, tiap tiap kali menjadi sedikit jenuh, seseorang dapat memeriksa media sosialnya terus-menerus hingga tak menyadari waktu. Yang lebih bahaya, seseorang tidak lagi tertarik untuk berinteraksi sosial bersama tatap wajah di dunia nyata dan lebih memilih sibuk bersama dunia mayanya.

5. Menimbulkan FOMO

Fear of missing out (FOMO) atau cemas membebaskan hal-hal spesifik juga merupakan pengaruh negatif media sosial. Hal ini ini dapat cemas dapat ketinggalan trend medsos up to date, berita menarik, maupun gosip yang tengah viral.

Jika seseorang sudah menjadi FOMO, ia dapat membuka media sosial tiap tiap sebagian menit untuk memeriksa perihal baru apa yang terjadi.

6. Meningkatkan Risiko Terkena Cyberbullying

Bukan cuma bertatap muka, masalah perundungan atau bullying juga dapat berlangsung di dunia maya juga medsos. Hal ini dikenal bersama makna cyberbullying. Cyberbullying dapat berawal berasal dari hal-hal yang menyinggung yang menyebabkan perbincangan dan kelanjutannya berujung perundungan.

Perundungan di sini dapat berbentuk komentar bersama kalimat kasar, mengancam, menyebarkan hoaks dan Info pribadi, hingga pelecehan.

7. Mengganggu Waktu Tidur

Media sosial yang digunakan bersama berlebihan dapat menyebabkan lupa sementara supaya secara tak menyadari mengganggu jam tidur. Menurut studi th. 2019, pemakaian medsos dikaitkan bersama masalah dan keterlambatan tidur. Dari sini, kesehatan mental dan tubuh dapat terdampak jelek juga.

8. Memicu Kesepian

Sebagian orang kemungkinan memakai media sosial untuk menghalau rasa jenuh. Tapi berdasarkan sebuah penelitian, pemakaian medsos yang tinggi justru dapat menaikkan kesepian. Sebaliknya, penelitian ini menemukan bahwa mengurangi pemakaian medsos dapat mengurangi rasa kesepian dan terisolasi, dan juga menaikkan kesejahteraan hidup secara keseluruhan.

Rasa kesepian yang terlihat berasal dari pemakaian medsos kemungkinan dapat berlangsung dikarenakan seseorang cuma sibuk bersama dunia maya di gadget-nya tanpa dibarengi interaksi tatap wajah bersama orang lain.

9. Oversharing

Orang yang kecanduan media sosial kadang-kadang dapat oversharing. Di mana ia sangat mengekspos kehidupan privat dan Info berbentuk privasi ke medsos secara tak sadar. Kalau sudah begitu, bahaya kejahatan siber kemungkinan dapat berlangsung layaknya penipuan atau information privat tersebar. Dan akhirnya, rasa penyesalan diikuti rasa tidak safe dapat muncul.

error: Content is protected !!