23, Mei 2024
Sejarah Hari Kesehatan Sedunia, memastikan akses kesehatan yang cocok

Setiap 7 April, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memperingati hari jadi yang sekalian dirayakan sebagai Hari Kesehatan Sedunia.

Memberitakannya web resmi WHO, di tahun 2024 ini tema yang diangkat adalah “Kesehatanku, hakku.”

Berawal dari masukan Brasil dan Tiongkok

Peringatan Hari Kesehatan Sedunia tak dapat dilepaskan dari penyusunan WHO dikala konferensi PBB di San Francisco, Amerika Serikat pada 7 April 1948.

Mulanya, pada April 1945, perwakilan Brasil dan Tiongkok mengusulkan penyusunan organisasi kesehatan internasional dengan konstitusi yang harus ditetapkan dalam sebuah konferensi.

Kemudian, pada 15 Februari 1946, Dewan Ekonomi dan Sosial PBB menginstruksikan Sekretaris Jenderal untuk mengadakan konferensi tersebut.

Pada 18 Maret sampai 5 April 1946, komite persiapan teknis melangsungkan pertemuan di Paris dan membentuk proposal konstitusi yang dipresentasikan pada Konferensi Kesehatan Internasional di New York, Amerika Serikat pada 19 Juni sampai 22 Juli 1946.

Menurut proposal tersebut, akibatnya konferensi merancang slot mahjong dan mengadopsi konstitusi WHO, yang kemudian ditandatangani 22 Juli 1946 oleh perwakilan 51 member PBB dan 10 negara lainnya.

Dalam konferensi tersebut, juga dibentuk komisi sementara untuk mengerjakan aktivitas tertentu dari institusi kesehatan yang ada, sambil menunggu konstitusi WHO ditetapkan.

Pada pembukaan dan pasal 69 Konstitusi WHO, menyuarakan bahwa WHO harus menjadi badan khusus PBB, meskipun pada pasal 80 menyuarakan, konstitusi baru dapat mulai berlaku dikala 26 member PBB sudah meratifikasinya (meresmikan).

Hingga pada 7 April 1948, konstitusi tersebut mulai berlaku dikala 26 dari 61 negara member PBB sudah meratifikasinya.

Majelis Kesehatan pertama dibuka di Jenewa, Swiss, pada tanggal 24 Juni 1948, yang dihadiri oleh 53 dari 55 negara member PBB. Pada majelis tersebut, diputuskan bahwa komisi sementara sudah dibubarkan dan seketika digantikan oleh WHO.

error: Content is protected !!